Rangkuman Bab 2 WAN

Bab 2

Permasalahan Jaringan Nirkabel dan Identifikasi Jaringan Fiber Optik
•Memecahkab masalah(trouble shooting) adalah keahlian yang didapatkan melalui pengalaman dengan cara trial dan error

A.Permasalahan Jaringan Nirkabel 
Teknologi jaringan di masa sekarang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan munculnya berbagai teknologi untuk membantu manusia dalam berkomunikasi. Jika pada era tahun 80-an teknologi jaringan komputer masih mengandalkan pada jaringan kabel, di masa sekarang sudah berbasis jaringan nirkabel dan basis kabel sudah ditinggalkan karena keterbatasan yang dimilikinya, seperti besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan teknologi wired network. Teknologi jenis ini tidak fleksibel karena sangat tergantung pada kabel. Saat ini penggunaan jaringan nirkabel telah digunakan oleh banyak orang, dan hampir setiap orang telah memiliki jaringan nirkabel baik di rumah atau di kantor. Namun, pada kebanyakan perangkat nirkabel seperti router yang digunakan di rumah tidak semuanya memiliki kemampuan untuk mengetahui jenis dan permasalah pada perangkat yang terkoneksi.

1.Prosedur dan Teknik Pemeriksaan Permasalahan Jaringan Nirkabel
Pemahaman yang jelas tentang sebuah permasalahan adalah langkah awal dalam menemukan sebuah solusi.
a.Mengidentifikasi masalah sistem WAN
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas pada dasarnya bidang pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan/teknisi. Pekerjaan jenis ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar didapat hasil yang baik. Permasalahan yang terjadi pada sistem WAN pada dasarnya cukup banyak, tetapi hanya mencakup permasalahan pada hardware atau software. Dalam hal ini, komputer yang terhubung jaringan luas ada kalanya mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software.

1) Gejala-gejala masalah sistem WAN
Beberapa gejala-gejala yang muncul antara lain sebagai berikut. 
a) Perangkat tidak menyala, meskipun telah dihubungkan dengan catu
daya dan sakelar dalam posisi ON.
b) Muncul pesan kesalahan pada saat melakukan ping, misalnya pesan reguest timed out, destination net unreachable, atau general failure.
c) Lampu indikator pada perangkat tidak menyala atau menunjukkan gejala eror, misalnya terus menyala merah pertanda terdapat gangguan. 
d) Transfer file lambat sekali atau sering terputus (gagal).
e) Muncul pesan kesalahan "There is an IP address confilict with another system on the network", artinya terdapat kesalahan atau konflik pada IP address yang terhubung dengan jaringan. Dampaknya adalah koneksi yang ada akan menjadi terputus dan tidak dapat digunakan kembali.


2.Gangguan masalah sistem WAN:
a)Gangguan alam
b)Gangguan pada sumber listrik
c)Gangguan pada hardware
d)Gangguan pada software 
e)Gangguan pada protokol
f)Ganguan karena virus
g)Ganguan pada DHCP server
h) Gangguan akibat redundasi

3.Jenis masalah sistem WAN
Beberapa jenis yang menyebabkan sistem WAN mengalami masalah pada jaringan antara lain sebagai berikut:
a)Jaringan Wireless terdeteksi 
b)Interferensi sinyal
c)Site survei
d)Status station


2.Cara perbaikan Kerusakan atau Permasalahan pada Jaringan Nirkabel
Salah satu cara paling mudah mengatasi kerusakan atau permasalahan pa jaringan nirkabel adalah dengan melakukan konfigurasi protokol TCP/IP. Langka langkahnya adalah sebagai berikut:
a.Mengaktifkan halaman konfigurasi jaringan komputer. 
b.Klik kanan properties pada "Wireless Network Conection"kemudian pastikan internet protocol version 4 terceklist kemudian pilih properties untuk memberikan IP
C.Perlu diingat apakah station ini terkoneksi dengan Access Point yang menyediakan layanan DHCP atau nonDHCP Jika Access Point menyediakan. layanan DHCP, maka konfigurasi TCP/IP di station cukup dengan masuk ke properties lalu pilih Obtain and IP Address Automatically Dengan konfigurasi seperti ini, maka station menerima IP Address secara otomatis dari Radio AP
d.Sehingga muncul menu diatasnya kemudian klik di Open Network Connection dan mencari change adapter setting. Jika sudah ketemu klik sehingga muncul window yang menampilkan semua jenis interface jaringan, misalnya menggunakan LAN atau pun menggunakan Wireless LAN.


3. Prosedur Pengecekan Hasil Perbaikan

Setelah melakukan perbaikan setting ulang koneksi pada koneksi jaringan, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan hasil perbaikan koneksi jaringan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pada tahap ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Melakukan pemeriksaan terhadap jenis kabel dan konektor yang sudah terpasang dan disesuaikan dengan jenis topologi dari jaringan yang di gunakan sehingga tidak terjadi short atau terputusnya koneksi.
2) Melakukan pemeriksaan pemasangan LAN Card yang sudah terpasang dan sudah dilakukan Instalasi sebelumnya dengan mengecek status LA card tersebut sudah terpasang dengan baik dan benar
3) Melakukan pengecekan terhadap longgar atau tidaknya kabel darikonektor yang telah dipasang 
4) Melakukan pengecekan ulang konfigurasi dan setting yang sesuai
5) Melakukan pengecekan terhadap konfigurasi dari IP address, das subrietmask 
6) Melakukan pengecekan terhadap workgroup yang sudah dibuat.

b. Melakukan pencarian komputer yang ada dalam jaringan terkonekal dengan baik.
Pada tahap ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Klik pada bagian My Network Places klik pada bagian Fing Computer.
2) Masukkan nama komputer yang akan dicari. Apabila terhubung maka secara otomatis komputer telah terhubung dengan jaringan.

c. Memeriksa konfigurasi IP komputer 
Untuk memeriksa konfigurasi IP komputer dengan menggunakan perintah IPCONFIG. Perintah IPCONFIG digunakan untuk menampilkan informasi konfigurasi koneksi, Pada tahap ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Aktifkan pada Command Prompt dengan cara mengetik omd pada Run Menu.
2) Selanjutnya mengetikkan perintah IPCONFIG pada Command Prompt. Hasilnya akan tampil sebagai berikut.

d.Memeriksa koneksi jaringan
Untuk memeriksa koneksi jaringan dapat menggunakan perintanh PING. Dengan menggunakan perintah ping dapat mengetahui apakah komputer yang digunakan sudah terhubung dengan komputer lainnya atau belum sama sekali. Ping (Packet internet gopher) bisa diterjemahkan sebagai program utilitas yang digunakan untuk melakukan proses pemeriksaan terhadap koneksi jaringan berbasis TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet)
Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengirimkan sebuah paket sinyal kepada alamat yang akan dilakukan ull coba konektivitas sehingga menghasilkan respon dari komputer tersebut,Terdapat dua fungsi utama dari perintah ping yaitu sebagai berikut:
1) Perintah ping digunakan untuk mengirim multiple IP packet ke sebuah tujuan dan setiap paket meminta jawaban
2) Perintah ping digunakan untuk menguji fungsi dari NIC dapat bekerja dengan benar, dimana NIC dapat mengirim dan menerima semua permintaan dan konfigurasi dan TCP/IP serta koneksi jaringan.

B. Jaringan Fiber Optik
Fleksibilitas dan mobilitas membuat jaringan komputer nirkabel sebagai pelengkap yang efektif dan alternatif menarik dibandingkan jaringan komputer berkabel. Jaringan komputer nirkabel menyediakan semua fungsi yang dimiliki oleh jaringan komputer berkabel, tanpa perlu terhubung secara fisik. Sebagai kabel yang sarat akan teknologi canggih, fungsi kabel jaringan fiber optik diantaranya yaitu untuk kepentingan jaringan biasa seperti LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network) atau MAN Umumnya kabel jaringan fiber optik lebih banyak ditemukan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas seperti perusahaan-perusahaan besar atau instansi terkait yang menuntut adanya struktur jaringan dengan kemampuan yang benar-benar cepat Konfigurasi jaringan komputer nirkabel mulai dari topologi yang sederhana peer-to-peer sampai dengan jaringan yang kompleks menawarkan konektivitas distribusi data dan roaming. Selain menawarkan mobilitas untuk user dalam lingkungan yang dicakup oleh jaringan, juga keberadaan jaringan portable untuk berpindah dengan pengetahuan penggunanya.

1.Fiber Optik

Kabel fiber optik identik menjadi salah satu jenis kabel yang dibuat dengan teknologi canggih dengan sebagian besar bahan dasarnya terbuat dari serat kaca. Kabel jaringan fiber optik adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer. Secara umum, karakteristik kabel jaringan fiber optik yaitu bagian dalamnya terdiri dari inti yang terbuat dari serta kaca dengan beberapa lapisan yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Tidak berbeda jauh dengan kabel jaringan lain seperti kabel UTP atau kabel STP, pada kabel jaringan fiber optik juga terdapat insulator (disebut coating) yang dirancang dengan beraneka ragam warna. Bagian-bagian dari serat optik antara lain sebagai berikut.

a.Inti (Core)
Inti (Core) berada tepat di tengah-tengah kabel fiber optik sebagai bagian utama dalam struktur kabel fiber optik yang terbuat dari serat kaca. Umumnya core ini memiliki diameter sekitar 2 µm-50 µm (tergantung dari jenis serat optiknya), dimana ukuran core ini sendin berpengaruh besar terhadap kualitas dan kemampuan dari sebuah kabel fiber optik. Fungsi core pada kabel fiber optik ini adalah sebagai tempat berlangsungnya perambatan cahaya dan satu ujung ke ujung kabel lainnya, sehingga proses pengiriman cahaya dapat dilakukan

b.Jaket (Cladding)
Lapisan yang menyelubungi core pada kabel fiber optik disebut cladding yang menggunakan bahan dari kaca. Indeks bias yang dihasilkan cladding in lebih kecil dari core, dimana hubungan indeks bias antara core dan cladding akan mempengaruhi perambatan cahaya pada core (mempengaruhi besamya sudut kntis) Diameter cladding berkisar antara 5 µm-250 µm serta berfungsi sebagai pelindung core sekaligus menjadi cermin yang terpancar keluar kembali ke dalam core. Bisa dibilang cladding merupakan bagian yang punya peran penting karena berkat cladding inilah cahaya dapat merambat dalam core serat optik

c.Mantel (Coating)
Di bagian luar setelah cladding, terdapat mantel atau coating yang umumnya terbuat dari bahan plastik. Adapun fungsi coating pada kabel fiber optik adalah sebagai pelindung mekanis yang menjagal serat optik dari kerusakan yang dapat terjadi karena lengkungan kabel atau gangguan luar lainnya seperti kelembaban. Coating ini memiliki wama yang beragam untuk mempermudah dalam penyusunan urutan core.

d.Strength Member dan Outer Jacket
Strength Member (material penguat) dan Outer Jacket (jaket luar) merupakan lapisan terluar dari sebuah kabel fiber optik. Fungsi atau kegunaannya tentu saja sebagai pelindung yang menjaga kabel dari gangguan luar yang bisa menyebabkan kerusakan pada bagian core.

2.Prinsip Kerja Fiber Optik

Kabel jaringan fiber optik fermasuk salah satu pilihan jika jaringan yang ingin dbangun menuntut instalasi yang harus bisa meladeni kebutuhan sebuah gedung dengan beberapa lantai atau bahkan kebutuhan jaringan antar gedung sekalipun Bahkan kabel fiber optik telah banyak digunakan pada berbagai sistem komunikasi yang dibangun di dalam laut guna mengubungkan berbagai kota di berbagai negara. Dalam penggunaan kabel jaringan fiber optik sebelum digunakan ada cara pembuatan kabel jaringan fiber optik.

a.Cara pembuatan kabel jaringan fiber optik
Pada dasarnya, pembuatan dari sebuah kabel fiber optik dapat menggunakan serat-serat kaca yang mumi Serat-serat kaca tersebut dibuat hingga ukuran mikroskopis. Desain mikroskopis dari serat-serat kaca dalam fiber optik tersebut tidak lain adalah ditujukan agar kabel dan juga serat tidak mudah mengalami kerusakan dan juga patah. Pembuatan kabel jaringan fiber optik terbilang sangat rumit, karena dilakukan dengan cara menarik bahan dasar kaca yang telah dicairkan hingga kental, hingga akhirnya diperoleh serat kaca dengan penampang tertentu.Desain dari serat kaca yang dibuat hingga ukuran mikroskopis tersebut kemudian dilapisi dengan kabel, sehingga nantinya kabel fiber optik ini tetap memiliki wujud seperti kabel pada umumnya. Namun demikian, kabel fiber optik nantinya akan menjadi lebih tipis dan juga jauh lebih fleksibel apabila dibandingkan dengan kabel biasa pada umumnya. Proses pembuatan kabel fiber optik ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD), dimana silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2 yang kemudian menyatu dan membentuk kaca, Butuh waktu hingga beberapa jam untuk melakukan proses ini, tetapi semuanya dilakukan secara otomatis dengan menggunakan alat berteknologi canggih.Setelah proses pertama selesai, kaca yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam fiber drawing fower guna dipanaskan hingga mencapal 1900-2200° c hingga pada akhirnya kaca tersebut meleleh. Selanjutnya lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer hingga akhimya membentuk serabut atau serat kaca. Hal yang harus dipahami dalam proses pembuatan kabel fiber optik ini adalah pengerjaannya yang harus dilakukan dengan bahan baku (kaca) dalam keadaan sangat panas, lalu diperlukan beberapa perhitungan ketat demi menjaga agar perbandingan relatif antara bermacam lapisan tidak berubah dalam proses 'penarikan'.

b. Cara Kabel Fiber Optik Mentransmisikan Data Kabel jaringan fiber optik memiliki cara kerja yang sangat berbeda
dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel Coaxial ataupun Twisted Pair. Pasalnya kabel jaringan fiber optik bukan mentransmisikan sinyal listrik seperti kabel-kabel jaringan lainnya, melainkan mentransmisikan cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Dengan begitu kabel jaringan jenis ini memiliki keunggulan dalam hal mengurangi masalah gangguan gelombang frekuensi bahan elektrik, sehingga sangat ideal untuk digunakan pada kawasan yang dikelilingi gelombang frekuensi cukup tinggi.Prinsip menggunakan gelombang cahaya pada kabel jaringan fiber cos membuatnya mampu membawa informasi lebih banyak dan menghantarkanпрь ke jarak yang jauh dibanding kabel jaringan lainnya yang masih menggunakan prinsip sinyal listrik. Hal ini dapat terjadi karena bahan baku yang digunakannya berupa serat kaca mumi yang terus memancarkan cahaya tidak peduli berapa panjang kabel yang ada. Dalam prosesnya, cara kerja kabel fiber optik adalah dengan memanfaatkan cermin yang menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca)
Dengan menggunakan pulsa cahaya yang ditembakkan melalui kabel fiber optik, maka setiap paket data yang akan ditransmisikan dari host, server, dan transmitter akan menembus serat-serat kaca yang menjadi inti dari sebuah kabel fiber optik, hingga mencapai receiver dalam waktu yang lebih singkat, karena memiliki kecepatan transfer hingga mencapat satuan Gbps. Dalam penerapannya, sebua kabel fiber optik akan memanfaatkan penggunaan pulsa cahaya dalam melakukan proses transmisi data.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bab 2 Konfigurasi Firewall (AIJ)

Administrasi Infrastruktur Jaringan (AIJ) BAB 1

RANGKUMAN BAB 6