RANGKUMAN BAB 6
Bab 6
Evaluasi Permasalahan Jaringan Fiber Optic
A. Pengenalan Perangkat Pasif Jaringan Fiber Optic
Sebelum melakukan troubleshooting jaringan fiber, perlu adanya tahap dalam melokalisasi atau mengisolasi faktor-faktor yang menjadi akar dari masalah tersebut. Misalnya dikhususkan pada jaringan fiber skala rumahan atau kantor kecil, Umumnya pada jaringan yang bermasalah tersebut terdapat tiga layer yang digunakan yaitu internet, modem/router, dan komputer pada jaringan. Dalam hal ini, bisa mengisolasi di layer yang bermasalah tersebut berada sebelum melakukan troubleshooting jaringan dengan efektif. Walaupun mungkin saja bisa memperbaiki hampir semua masalah jaringan. Dengan mengetahui posisi layer sebagai akar masalah akan sangat membantu jika situasi menghendaki untuk menghubungi technical support misal ke vendor atau ke ISP jika tidak bisa memperbaikinya setelah melakukan troubleshooting jaringan tersebut. Dalam hal ini, serat optik identik dengan steno yang terbuat dari kaca atau plastik serat serta dapat digunakan sebagai alat transmisi cahaya terang. Jaringan fiber optik sangat berguna dalam kehidupan. Setelah kegagalan akan menyebabkan masalah besar, perlu untuk menghilangkan kesalahan umum dan pemecahan masalah dari jaringan optik menjadi lebih penting.
1.Serat Optik Transceiver Modul atau Serat Optik Modul dan Lampu Indikator Twisted Pair Port
fiber link cross link, jumper serat paralel tersambung, ujung salib terhubung Seperti A lampu indikator optik transceiver (FX), lampu indikator optik transceiver (FX) B tidak bersinar, maka kesalahan dalam sebuah transceiver. Salah satu kemungkinan adalah transmisi optik transceiver (TX) telah rusak, karena antarmuka transceiver B (RX) tidak menerima sinyal optik. Kemungkinan lain adalah: sebuah transceiver (TX) serat optik link memiliki beberapa masalah (kabel atau cahaya jumper mungkin rusak
Lampu indikator twisted pair (TP) tidak cerah, pastikan bahwa sambungan twisted pair salah atau hubungan salah. Silakan gunakan tester-off. Beberapa transceiver memiliki dua Port RJ45: (untuk HUB) menunjukkan bahwa garis koneksi sakelar menghubungkan garis lurus, (Untuk Node) mengindikasikan bahwa garis koneksi saklar adalah garis salib. Beberapa dari sisi pengirim memiliki sakelar MPR menunjukkan bahwa garis koneksi switch koneksi adalah mode garis lurus. DTE switch menghubungkan Jalur penghubung switch adalah jalur lintas mode
2.Menggunakan Meteran Listrik Optik
Kekuatan bercahaya optik transceiver atau optik modul di bawah normal kondisi: multimode: Multimode: antara-10db--18db;Modus tunggal 20km:antara 8db--15db; Satu mode 60km:antara --5db--12db. Jika kekuatan cahaya dalam serat transceiver antara:-30db--45db, maka anda dapat menentukan transceiver memiliki masalah
3.Kerusakan pada Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk gan. Kabel dan konektor untuk membuat jaringan LAN yang banyak digunakan jaringan. ada 3 jenis yaitu sebagai berikut.
a. Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST
Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan
b. Jenis kabel coaxial dengan konektor BNC
Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan sistem jaringan akan down dan komunikasi antarkomputer berhenti. Jika terjadi kerusakan pada kabel dan konektor jaringan yang disebabkan oleh suatu hal, solusinya dilihat dahulu apakah kabel yang digunakan itu benar-benar tidak bisa digunakan lagi atau masih bisa. Jika tidak diperlu menggantinya dengan kabel dan konektor yang baru atau jika yang rusak itu hanya pada konektornya namun kabelnya masih dapat digunakan hanya perlu mengganti konektornya saja.
C. Jenis kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit karena jaringan terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation yan kabelnya mengalami gangguan saja.
4. Gangguan atau Kerusakan pada Hub/Switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing-masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Jika terjadi kerusakan pada Hub maka pertama harus mengecek apakah Hub yang digunakan memang sudah rusak atau hanya mengalami gangguar saja. Namun jika Hub yang digunakan memang benar-benar rusak maka diperlu menggantinya dengan Hub yang baru atau dapat diperbaiki di tempat servis khusus Namun saran kami lebih baik mengganti dengan yang baru selain kualitasnya yan lebih bagus umumnya biaya memperbaiki hampir sama dengan biaya membe baru.
5. Tidak bisa Sharing Data
Hal ini sering terjadi dikarenakan sharing pada komputer masih disable. Jadi harus mengaktifkan terlebih dahulu. Umumnya karena IP yang digunakan salah atau sama dengan IP komputer lainnya. Ganti dengan IP yang beda.
6. Komputer Tidak Terdeteksi Oleh Komputer Lain
Hal ini sering terjadi dikarenakan alamat digunakan dan IP yang kosong Lalu ganti IP address sehingga bisa terdeteksi oleh komputer lain. Selain itu juga bisa mengecek apakah komputer bisa terkoneksi dengan komputer orang lain lalu ketik ping Run misalnya ping 192.168.0.89. Nanti akan muncul balasan. Jika Reply From, berarti komputer sudah terkoneksi dengan baik. Jika muncul Request Time Out maka komputer tidak bisa terkoneksi dengan komputer lain.
7. Tidak Muncul Local Area Connection
Hal ini kemungkinan besar lupa untuk menginstal driver Network Adapter, jadi yang harus dilakukan adalah menginstal Driver Network Adapter. Umumnya kalau disudah menginstal driver akan mucul Local Area Connetion.
8. Icon LAN Area Connection Tidak Berkedip Biru
Hal ini sering terjadi karena didalam memasang konektor kurang tepat, coba lihat lampu indikator pada konektor apakah sudah menyala atau belum. Jika belum coba cabut dan tancapkan kembali. Setelah itu, kalau masih belum coba periksa konektor pada Hub apakah sudah dikonekan dengan HUB atau belum. Jika belum konekkan hingga lampu indikator pada HUB menyala dan pada komputer muncul menu pesan Connetion 100 Mbps. IP yang digunakan sama dengan komputer lain. Gunakan program IP Scan untuk melihat IP yang sedang aktif dan IP yang masih kosong.
9. Jaringan Lambat dan Performa Menurun
Dalam suatu infrastructure jaringan yang sangat besar, suatu jaringan yang efficient adalah suatu keharusan. Jika design infrastructure jaringan tidak efisien, maka aplikasi atau akses ke resource jaringan pun menjadi sangat tidak efisien dan terasa sangat lambat.
Performa jaringan yang sangat lambat ini umumnya disebabkan oleh congestion jaringan (banjir paket pada jaringan), di mana traffic data melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada sekarang. Kalau boleh diibaratkan seperti jalanan ibukota pada jam sibuk, Kapasitas jalan tidak mencukupi dengan berjubelnya jumlah kendaraan yang memadati jalanan. Akibatnya kemacetan yang luar biasa. Kalau pada hari libur maka jalanan terasa lengang dan Anda bisa memacu kendaraan dengan cepat.
Technology Ethernet yang sudah usang seperti 10 Base2, 10Base5; dan 10Base-T, mereka menggunakan algoritma CSMA/CD yang menjadi sangat tidak efisien pada beban yang lebih tinggi. Performa jaringan ini akan menjadi turun drastis jika persentase utilisasinya mencapai lebih dari 30% yang membuat jaringan menjadi sangat lambat. Istilah collision domain mendefinisikan sekumpulan perangkat jaringan di mana data frame mereka bisa saling bertabrakan. Semua piranti yang disebut di atas menggunakan hub yang berresiko collisions antar-frame yang dikirim, sehingga semua piranti dari jenis jaringan Ethernet ini berada pada collision domain yang sama.
Bagaimana solusi menghilangkan collision domain dan algoritma CSMA/CD yang bisa membuat jaringan anda lambat? Solusinya yaitu dengan mengganti jaringan Hub Anda dengan Switch LAN. Switch tidak menggunakan BUS secara bersama-sama seperti Hub, akan tetapi memperlakukan setiap port tunggal sebagai sebuah BUS terpisah sehingga tidak mungkin terjadi tabrakan. Switches menggunakan buffer memori juga untuk menahan frame yang datang, sehingga jika ada dua piranti yang mengirim frame pada saat yang bersamaan, Switch akan melewatkan satu frame sementara frame satunya lagi ditahan didalam memory buffer menunggu giliran frame pertama selesai dilewatkan. Mengganti 'semua Hub Anda dengan Switch akan meningkatkan kinerja dan performa jaringan dan kelambatan jaringan akan berkurang secara signifikan
Beban user yang sangat tinggi untuk mengakses jaringan akan menyebabkan bottleneck jaringan yang mengarah pada kelambatan jaringan. Aplikasi yang memakan bandwidth yang sangat tinggi seperti aplikasi video dapat menyumbangkan suatu kelambatan jaringan yang sangat significant karena seringnya mengakibatkan sistem jaringan menjadi bottleneck. Anda perlu mengidentifikasikan aplikasi (khususnya aplikasi yang dengan beban tinggi) yang hanya diakses oleh satu departemen saja, dan letakkan server pada switch yang sama dengan user yang mengaksesnya. Meletakkan resource jaringan yang sering diakses pada tempat yang dekat dengan pemakainya akan memperbaiki kinerja dan performa jaringan dan juga response time.
Performa LAN juga bisa diperbaiki dengan menggunakan link backbone Gigabit dan juga Switch yang memiliki performa tinggi. Jika system jaringan menggunakan beberapa segment, maka penggunaan Switch layer 3 akan dapat menghasilkan jaringan yang berfungsi pada mendekati kecepatan kabel dengan latensi minimum dan secara significant mengurangi jaringan yang lambat.
10. Kerusakan Jaringan karena Serangan Trojan Virus
Jika environment jaringan terinfeksi dengan Trojan virus yang menyebabkan sistem dibanjin oleh program-program berbahaya (malicious programs), maka jaringan akan mengalami suatu congestion yang mengarah pada kelambatan sistem jaringan. Adakalanya menghentikan layanan jaringan. Dalam hal ini memerlukan proteksi jaringan yang sangat kuat untuk melindungi dari serangan Trojan virus dan berbagai macam serangan jaringan lainnya. Software antivirus yang diinstall terpusat pada server antivirus yang bisa mendistribusikan data signature secara automatis kepada client minimal memberikan peringatan dini kepada clients. Jika ingin mendapatkan perlindungan yang sangat solid dan proaktif maka software keamanan jaringan sejenis BitDefender bisa menjadi solusi. Secara umum, BitDefender Corporate Security adalah solusi manajemen dan keamanan yang sangat tangguh dan mudah digunakan yang bisa memberikan perlindungar secara proaktif ktif terhadap serangan viruses, spyware, rootkits, spam, phising, dan malware lainnya. BitDefender Corporate Security menaikkan produktifitas bisni dan mengurangi biaya akibat malware dan lainnya dengan cara memusatka administrasi, proteksi, dan kendali workstation, sekaligus juga file-file, email, dan traffic Internet di dalam jaringan corporate.
Jika perusahaan/kantor menggunakan jaringan Windows, maka penggunaan WSUS (Windows System Update Services) menjadi suatu keharusan. WSUS secara automatis meng-update patches critical Windows, security patches, dan Windows critical update kepada clients pada saat dirilis update dan Microsoft. Clients tidak perlu update langsung ke internet, tetapi cukup koneksi ke server WSUS sehingga mengurangi beban bandwidth internet, karena hanya server WSUS saja yang terhubung ke internet untuk download updates. Virus umumnya menyerang pada kelemahan sistem yang sudah diketahui, dan Windows update akan melakukan patch vulnerability (menambal lobang titik lemah) sehingga menjaga kemungkinan serangan terhadap kelemahan sistem ini. Berjaga-jaga terhadap serangan virus yang menyebabkan lambatnya jaringan adalah jauh lebih baik daripada memperbaikinya.
11. Sering Lambat Jaringan Waktu Proses Authentication
Jika dalam perusahaan memiliki banyak site yang dilink bersama dan setiap site/cabang dan kantor pusat dikonfigurasikan sebagai active directory site terpisah dan domain controller diintegrasikan dengan DNS server, maka pada saat peak hours (jam sibuk) user pada kantor cabang sering mengalami proses log on yang lambat sekali bahkan time-out. Hal ini akibat dari masalah bottleneck saat komunikasi interlink lewat koneksi WAN link yang menjurus lambatnya sistem. Saat user login ke jaringan, Global Catalog memberikan informasi Universal Group membership account tersebut kepada domain controller yang sedang memproses informasi logon tersebut. Jika Global Catalog tidak tersedia saat user melakukan inisiasi proses logon, maka user hanya akan bisa logon kepada local machine saja, terkecuali jika di site tersebut domain controllernya diconfigure untuk Cache Universal Group membership di setiap kantor cabang. Bisa saja domain controller di masing-masing cabang di promote Global Catalog, akan tetapi waspadai juga replikasinya yang bisa menyebabkan link WAN menjadi lambat.
B. Melakukan Perbaikan Jaringan Fiber Optic
Kemajuan teknologi informasi merupakan salah satu perkembangan peradaban dunia yang menyebabkan terjadinya perubahan pola kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Saat ini dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pemerintahan (e-government) akan akan meningkatkan efisiensi, efektivitas transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan INPRES No. 3 Tahun 2003. Pemanfaatan teknologi informasi ini menyebabkan diperlukannya pembangunan dan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi, diantaranya adalah Jaringan komputer serta server sebagai pusat sistem pengolahan data mulai dar pengumpulan, penyimpanan, dan pengelolaan.
Pemanfaatan teknologi informasi khususnya dalam pengelolaan data memerlukan media penghubung dalam jaringan komputer yang dapat mentransmisikan data dengan cepat serta berukuran besar. Teknologi yang tepat saat ini adalah menggunakan kabel fiber optik. Kabel fiber optik mulai banyak digunakan karena memiliki kemampuan transfer data yang lebih besar, serta jangkauan kabel fiber optik yang cukup jauh. Sejalan dengan penggunaannya yang semakin meluas, perlu adanya sistem monitoring yang mampu mendeteksi putus tidaknya kabel fiber optik ini atau bahkan mendeteksi Jika adanya bending (tekukan) kabel fiber optik. Bending sedikit saja dapat mengubah nilai attenuasi kabel fiber optik yang pada akhimya dapat mengurangi power yang diterima receiver dan mengakibatkan data error/consistency error. Belum lagi dengan banyaknya node yang menggunakan fiber optik, sehingga membutuhkan alat/sistem praktis yang mampu memonitor semua node secara simultan dan real time untuk penanganan gangguan secara cepat.
1.Maksud dan Tujuan Kegiatan
Maksud kegiatan pemeliharaan jaringan kabel fiber optik adalah untuk menjaga dan mempertahankan kondisi jaringan kabel fiber optik dalam kondisi baik kualitasnya. Sedangkan tujuan melaksanakan pemeliharaan jaringan kabel fiber optik adalah jaringan selalu siap pakai dengan penampilan dan performanya baik, sehingga keluhan dari pelanggan/pemakai jasa telekomunikasi dapat dihindari
Di samping itu, mampu mengoptimalkan penggunaan jaringan kabel fiber optik sesuai spesifikasi nya ditinjau dari umum maupun teknisnya.
2. Faktor Penunjang
Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan kabel fiber optik sangat diperlukan faktor pendukung yang saling terkait, antara lain sebagai berikut:
a. Personil yang melaksanakan pekerjaan pemeliharaan di lapangan harus memiliki keterampilan.
b. Persediaan material yang siap pakai dalam jumlah yang mencukupi.
c. Peralatan dan perkakas kerja yang dipakai/dipergunakan sesuai dengan Jumlah dana cukup dan memenuhi persyaratan teknis.
d. Adanya dana yang cukup untuk pemeliharaan.
e. Program kerja yang tertib dan teratur.
f. Administrasi yang tertib dan teratur.
e. Lingkungan managerial.
h. Mengadakan evaluasi terhadap program pemeliharaan yang telah dilaksanakan.
Dengan memperhatikan dan memenuhi faktor-faktor tersebut, maka pemeliharaan jaringan kabel fiber optik dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan.
3. Mekanisme Pemeliharaan
Mekanisme pemeliharaan identik dengan cara mengatur prosedur dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan, baik untuk pemeliharaan yang bersifat preventif, korektif maupun kuantitaif, sehingga tidak terjadi duplikasi pekerjaan atau kerancuan dalam pelaksanaan kegiatannya. Kegiatan pengelolaan jaringan kabel fiber optik meliputi pemeliharaan rutin, perbaikan gangguan dan rehabilitasi jaringan, termasuk di antaranya jaringan kabel fiber optik primer dan sekunder, jaringan kabel fiber optik penghubung, saluran penanggal, dan rumah kabel fiber optik (RK) dan kotak pembagi, serta manhole dan DUCT.
a. Pemeliharaan Rutin
Agar perangkat maupun jaringan kabel fiber optik dapat digunakan kapan saja, dan tahan lama maka perlu diadakan pemeliharaan rutin. Pemeliharaan rutin dikategorikan menjadi pemeliharaan perangkat SKSO/OLTE dan
pemeliharaan jaringan kabel fiber optik. 1). Perawatan rutin perangkat SKSO/OLTE
Perawatan rutin perangkat SKSO/OLTE, terdiri dari pemeliharaan harian dalam bentuk Check-list pada perangkat OLTE dan pemeliharaan mingguan. Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemeliharaan setiap satu minggu sekali yang meliputi pengecekan, pengetesan, dan pembersihan fisik pada perangkat sebagai berikut.
a) Alat ukur kabel fiber optik (OTDR).
b) Alat sambung kabel fiber optik (splicer).
c) Generator Set.
d) Power Meter.
e) Alat komunikasi (talk set).
f) Mobil SKSO.
g) Sarana penunjang lainnya.
2) Pemeliharaan bulanan
Selain pemeliharaan harian dan mingguan, dalam SKSO juga terdapat pemeliharaan bulanan. Pemeliharaan rutin jaringan kabel fiber optik untuk 2 mingguan dapat dilakukan dengan cara melakukan patroli jaringan kabel fiber optik udara, kabel fiber optik tanah, dan kabel fiber optik duct. Sedangkan prosedur pemeliharaan 6 bulanan dilakukan dengan pengukuran core optik yang meliputi kontinuitas fiber optik (OTDR) serta redaman total antar terminal menggunakan laser source dan power meter
a) Pengecekan manhole/handhole
Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya air/lumpur pada manhole/handhole dan menghilarignya tanda-tanda yang terdapat pada kabel fiber optik pada manhole/handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut.
(1) Membersihkan/mengkuras manhole/handhole yang terdapat pada titik sambung kabel fiber optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.
(2) Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.
(3) Cek kondisi kabel fiber optik dan penyangga kabel fiber optik beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang terlepas segera diperbaiki/diganti.
(4) Mengganti tanda pada kabel fiber optik jika tanda pada kabel fiber optik yang sebelumnya hilang, untuk mempermudah mengetahui jenis kabel fiber optik yang ada pada manhole/handhole tersebut.
(5) Cek kondisi tutup manhole/handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera diganti/dicat ulang.
(6) Sehabis bekerja pada manhole/handhole jangan lupa menutup kembali tutup manhole/handhole dengan rapat dan sempurna.
(7) Memberi tanda berupa patok pada manhole/handhole yang berada pada posisi rawan, persawahan dan perbukitan.
b) Patroli kabel fiber optik tanah (buried cable)
Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel fiber optik sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel fiber optik dapat diketahui sedini mungkin perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut.
(1) Cek pipa besi galvanis jembatan kabel fiber optik pada penyeberangan sungai
(2) Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.
(3) Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel fiber optik. Jika terdapat hal-hal yang membahayakan kabel fiber optik misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan
(4) Cek lokasi manhole/handhole fempat sambungan untuk mengetahui koridisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dlaksanakan langkah pengamanan
(5) Mengganti fanda rule kabel fiber optik yang berupa patok apabila patok yang lama hilang rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
c) Patroli kabel fiber optik udara (airual cable)
Patroll jenis ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
(1) Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel fiber optik bila membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan
(2) Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di handhole bila membahayakan perlu dilakukan pengamanan
(3) Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusun rute kabel fiber optik sejauh 6-7 km hari, agar situasi kabel fiber optik dapat diketahui sedini mungkin
(4) Pengukuran tegangan input maupun output perangkat OLTE Pemeliharaan 6 Bulanan dan tahunan
3) Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun dengan kegiatan sebagai berikut
a) Mendeteksi peningkatan foss kabel fiber optik (dB/km).
b) Mendeteksi peningkatan loss pada titik sambung.
c) Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).
d) Pengukuran Optical Output Power OLTE.
Sedangkan pemeliharaan tahunan dilakukan dengan cara sebagai berikut
a) Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang Idle
b) Alarm test
c) Pengukuran sensitivitas dan margin receiver.
b. Pemeliharaan Dadakan
Pemeliharaan dadakan dikategorikan menjadi sebagai berikut.
1) Pemeliharaan dadakan pada perangkat SKSO/OLTE.
Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi gangguan sistem). Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti.
2) Pemeliharaan dadakan pada jaringan kabel fiber optik
Pemeliharaan dadakan pada kabel fiber optik terjadi apabila kabel fiber optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel fiber optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, terkena senapan angin, dan kegiatan masyarakat.
c.Pemeliharaan JARKAB
Pemeliharaan jaringan kabel fiber optik (JARKAB) identik dengan segala kegiatan atau pekerjaan yang bertujuan menjaga agar jaringan kabel fiber optik selalu dalam keadaan siap pakal, dan sesuai dengan ketentuan teknis Diharapkan dengan pemeliharaan tersebut, umur pemakaian jaringan kabel fiber optik akan mencapai yang optimal Pemeliharaan jaringan kabel fiber optik dibedakan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu sebagai berikut
1) Pemeliharaan preventif (preventive maintenance)
Pemeliharaan preventif (preventive maintenance) dilakukan secara teratur dan berkesinambungan dengan maksud agar gangguan tidak terjadi atau mempertahankan kondisi tertentu yang bersifat mencegah timbulnya gangguan
a) Pemeliharaan preventive jaringan atas tanah diantaranya sebagai benkut.
(1) Pengecatan tiang setahun sekali, sedangkan pengecatan dengan brons putih untuk tiang di pinggir jalan antara 6 sampai 12 bulan sekali
(2) Meregel/mengencangkan kabel fiber optik yang kendor.
(3) Menegakkan tiang yang miring
(4) Memasang kembali jepitan berer/penggantung kabel fiber optik yang lepas
(5) Membersihkan terminal kp/dp
(6) Merapikan kabel fiber optik jumper.
(7) Memasang kunci pada kp/dp
(8) Memasang grounding setiap terminal kabel fiber optik.
b) Pemeliharaan preventif jaringan kabel fiber optik tanah tanam langsung (KTTL) sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan sebagai berikut.
(1) Melindungi kabel fiber optik dengan deksten (batu pelindung).
(2) Membersihkan terminal pada rumah kabel fiber optik
(3) Pembenahan kabel fiber optik jumper
(4) Untuk rute kabel fiber optik yang menyeberang jalan atau parit gunakan pipa besi.
c) Pemeliharaan preventive jaringan kabel fiber optik duct dengan standarisasi yang ditetapkan sebagai berikut
(1) Pemeliharaan terhadap kabel fiber optik duct di antaranya membersihkan kotoran pada sambungan kabel fiber optik, memeriksa tanda-tanda kabel fiber optik untuk perbaikan sesuai ketentuan, dan memeriksa dan memperbaiki penyangga kabel fiber optik yang rusak.
(2) Pemeliharaan preventif terhadap system duct, yaitu sistem pembuangan air di dalam manhole dan menjaga tutup manhole selalu mudah dilihat.
2) Pemeliharaan korektif (Corective Maintenance) Pemeliharaan korektif (Corective Maintenance) adalah usaha untuk memperbaiki gangguan yang terjadi, sehingga dapat berfungsi kembal atau pemeliharaan yang sifatnya memperbaiki jaringan kabel fiber optik yang rusak terkena gangguan. Dalam hal ini, nilai angka gangguan (Q) berarti banyaknya gangguan yang terjadi selama 1 (satu) bulan untuk setiap 100 sst (pos telepon) Pos telepon identik dengan jumlah dan sambungan induk (SI), sambungan pokok (SP), telepon umum (TU) sambungan cabang (SC)/paralel dan sambungan cabang dari STLP/PABX yang pemeliharaannya dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi Sebelum melakukan perbaikan dilakukan pengukuran dahulu pada Jaringan kabel fiber optik yang terkena gangguan, untuk mempermudah melokalisir atau mengetahui dimana letak dan jenis gangguan dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a) Ditinjau dari sifatnya gangguan Ditinjau dari sifatnya gangguan yang terjadi dapat dibedakan menjadi gangguan mekanis (faktor alam) misalnya terjadinya gempa bumil kena cangkul serta gangguan elektris (faktor alam) seperti terkena petir.
b) Ditinjau dari jenisnya gangguan Jika ditinjau dari jenisnya gangguan dapat dibedakan menjadi saluran kontak/hubung singkat, saluran induksi/kena tegangan asing, saluran putus / isolasi, serta saluran kontak dengan tanah/afleding.
3) Pemeliharaan kualitatif (qualitative maintenance) Pemeliharaan kualitatif (qualitative maintenance) adalah suatu upaya untuk meningkatkan mutu/kualitas jaringan kabel fiber optik dengan merubah konstruksi, bahan atau sirkuit dari suatu jaringan sehingga gangguan yang sering terjadi dapat dicegah atau sedapat mungkin dikurangi. Misalnya penggantian rute dropwire lebih dari 5 dengan KU, mengganti kabel fiber optik isolasi kertas dengan isolasi PE, dan penggantian KU dengan KTTL.
Komentar
Posting Komentar